Bisnis 05 May 2026

Warga RI Doyan Pakai Pinjol, Utangnya Tembus Rp101 Triliun

Warga RI Doyan Pakai Pinjol, Utangnya Tembus Rp101 Triliun

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan signifikan pada industri pembiayaan berbasis digital di Indonesia hingga Maret 2026. Outstanding pembiayaan pinjaman daring atau pinjol terus meningkat dan menembus level ratusan triliun rupiah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan, Agusman. Ia menyampaikan bahwa penyaluran pembiayaan pinjaman daring atau pindar masih mencatat pertumbuhan tinggi secara tahunan.

"Outstanding pembiayaan pada industri pinjaman daring atau pindar pada Maret 2026 tumbuh 26,25 persen year-on-year dengan nominal sebesar Rp101,03 triliun," kata Agusman, Selasa, 5 Mei 2026.

Melihat capaian tersebut, total utang pinjaman daring di Indonesia menunjukkan ekspansi yang cukup agresif dalam setahun terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat melalui platform digital.

Meski tumbuh tinggi, OJK mencatat risiko kredit macet di sektor pinjaman daring masih berada pada level yang perlu diwaspadai. Tingkat wanprestasi di atas 90 hari atau TWP90 tercatat di angka 4,52 persen secara agregat hingga Maret 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan masih diikuti dengan tantangan kualitas kredit yang belum sepenuhnya stabil. Selain pinjaman daring, OJK juga mencatat kinerja industri pembiayaan atau multifinance.

Pada Maret 2026, pembiayaan industri ini tumbuh 0,61 persen secara tahunan menjadi Rp514,09 triliun. Agusman menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pembiayaan multiguna yang meningkat 6,51 persen secara tahunan.

Di sisi lain, pembiayaan modal ventura justru mengalami kontraksi. OJK mencatat penurunan sebesar 0,95 persen secara tahunan dengan nilai pembiayaan sebesar Rp16,57 triliun pada Maret 2026.

Berbeda dengan itu, industri pegadaian mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Penyaluran pembiayaan naik 60,27 persen secara tahunan menjadi Rp153,49 triliun.

"Pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp127,99 triliun atau setara 83,33 persen dari total pembiayaan industri yang disalurkan," pungkas Agusman.

Secara keseluruhan, data OJK menunjukkan industri pembiayaan di Indonesia masih tumbuh dengan pola yang tidak merata. Pinjaman daring dan pegadaian mencatat pertumbuhan kuat, sementara multifinance tumbuh terbatas dan modal ventura mengalami kontraksi. Di sisi lain, risiko kredit di sektor pinjaman daring masih menjadi perhatian utama seiring meningkatnya penyaluran pembiayaan.

Rekomendasi Terkait