PLAZNEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp125 miliar pada 2026 untuk pembangunan ruang kelas baru di tingkat SD dan SMP.
Wali Kota BandungMuhammad Farhan mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung penerapan sistem pembelajaran dua shift secara optimal.
Untuk tahun ini kita genjot pembangunan ruang kelas baru, karena itu menjadi kunci agar sistem dua shift bisa berjalan maksimal, ujar Farhan di Bandung, Senin.
Farhan menyatakan mulai tahun ini seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP di Bandung hanya diperbolehkan menerapkan maksimal dua shift pembelajaran, sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat.
Sekarang tidak boleh lagi tiga shift. Ini menjadi tantangan karena harus menyesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang ada, ujarnya.
Farhan mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk pemerataan akses pendidikan serta mengurangi kepadatan siswa di sekolah tertentu.
Kami harapkan masyarakat tidak hanya terfokus pada satu sekolah saja, tetapi juga mempertimbangkan beberapa pilihan agar distribusi siswa lebih merata, katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah proyek pembangunan telah mulai berjalan, di antaranya pembangunan SD Bojongloa serta SMP Negeri 75 sebagai sekolah baru.
masing baru memiliki satu sekolah negeri.