Jawa Barat 04 May 2026

Padalarang jadi gerbang utama turis asing di Jabar dengan 81,35 persen

Padalarang jadi gerbang utama turis asing di Jabar dengan 81,35 persen

PLAZNEWS — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyatakan Stasiun Padalarang yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kini menjadi gerbang utama kedatangan turis asing di Jawa Barat dengan persentase perjalanan mencapai 81,35 persen.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Anggorowati di Bandung, Senin, mengatakan pada periode Maret 2026, tercatat sebanyak 7.245 kunjungan warga negara asing (WNA) ke Jabar melalui moda transportasi kereta cepat yang Whoosh tersebut.

Dari total jumlah penumpang itu, Stasiun Padalarang menjadi magnet utama dengan persentase mencapai 81,35 persen, yang jauh jauh melampaui Stasiun Tegalluar dengan 16,11 persen, dan Stasiun Karawang sekitar 2,54 persen.

"Moda kereta cepat menjadi salah satu akses penting bagi wisatawan asing yang singgah maupun berkunjung ke Jawa Barat," ujar Margaretha yang akrab disapa Ari itu.

Tak hanya turis asing, dia menyebut pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus) juga mencatatkan rekor baru. Pada Maret 2026, tercatat 22,48 juta perjalanan domestik menuju Jawa Barat, yang senilai lonjakan 43,47 persen dibanding bulan sebelumnya.

Secara kumulatif, dari Januari hingga Maret 2026, total perjalanan wisatawan nusantara, mencapai 56,54 juta, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2021.

"Ini merupakan periode pencapaian tertinggi sejak tahun 2021, mengalami kenaikan 17,48 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ari.

Depok-Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya, menyumbang 50,8 persen dari total pergerakan wisatawan nusantara.

Sinergi antara infrastruktur modern seperti Whoosh dengan daya tarik urban leisure, kuliner, dan belanja di kawasan metropolitan dinilai menjadi kunci utama Jawa Barat tetap menjadi destinasi favorit di Indonesia.

Ia menambahkan, kenaikan perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026 sangat dipengaruhi oleh momentum mudik pada Hari Raya Idul Fitri.

"Hal ini menggambarkan tingginya daya tarik wisata urban leisure, belanja, kuliner, serta tersedianya infrastruktur yang mendukung aktivitas perjalanan Wisatawan Nusantara di kawasan metropolitan Jawa Barat," kata Ari.

Meski pergerakan wisatawan tinggi, sektor penginapan masih tertekan di mana menurut catatan BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang selama Maret 2026 sebesar 39,86 persen, turun 1,21 poin dibandingkan Februari 2026. Namun jika dibandingkan dengan Maret 2025 masih naik 11,09 poin secara tahunan (year on year/yoy).

Rekomendasi Terkait