PLAZNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berkoordinasi dengan dinas terkait melakukan penanganan cepat terhadap jembatan penghubung antardesa yang putus akibat banjir di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber agar aktivitas warga kembali normal.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Senin, mengatakan jembatan penghubung itu terputus akibat curah hujan tinggi yang membuat aliran sungai Cikondang cukup deras dan meluap.
Jembatan permanen penghubung antardesa dan sejumlah perkampungan di Kecamatan Cibeber tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas warga terutama perekonomian terhambat dan warga terpaksa harus memutar dengan jarak tempuh lebih lama dan jauh.
"Pondasinya terkikis dan landasan jembatan putus, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan jenis roda dua. Aktivitas warga untuk sampai ke pusat kecamatan atau jalan provinsi menjadi jauh," katanya.
Pihaknya memastikan sekitar 450 kepala keluarga tidak sampai terisolasi karena masih ada jalan alternatif, namun upaya penanganan cepat segera dilakukan berkoordinasi dengan dinas terkait guna memperbaiki jembatan yang putus.
Namun untuk sementara pihaknya melarang warga melintas di jembatan yang putus karena cuaca ekstrem yang masih melanda dapat memicu naiknya debit air sungai dan mengancam keselamatan warga saat memaksakan diri melintas.
"Kita upayakan perbaikan cepat agar aktivitas warga tidak sampai terhambat karena jalur alternatif yang ada membuat jarak tempuh menjadi jauh dan cukup lama terutama bagi warga yang hendak menjual hasil bumi ke Pasar Cibeber atau Cianjur," katanya.
Dia menjelaskan hujan deras yang kerap terjadi pada petang dan malam hari di kawasan Cibebermenyebabkan terjadinya banjir dan longsor menutup badan jalan di sejumlah titik.
Tercatat sekitar 198 jiwa mengungsi karena banjir merendam perkampungan warga setinggi dua meter di Desa Cihaur. Pada Senin malam hujan yang kembali turun membuat petugas dan relawan terpaksa mengevakuasi warga kembali ke tempat pengungsian.
"Kami mengimbau warga di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana, segera mengungsi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi," katanya.