PLAZNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat 65 kepala keluarga terdiri atas 198 jiwa warga Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber menempati sejumlah lokasi pengungsian karena banjir kembali menggenangi perkampungan, Senin.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Senin, mengatakan sebagian besar menempati pengungsian di balai desa dan rumah saudara yang dinilai aman dari banjir, bahkan pada Senin petang warga yang sempat kembali ke rumah memilih untuk kembali mengungsi.
Karena hujan deras kembali turun dengan intensitas tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya banjir susulan yang pada Senin dini hari ketinggian air mencapai dua meter merendam rumah warga.
"Sebagian besar perempuan dan anak yang mengungsi ke sejumlah tempat termasuk balai desa dan rumah saudaranya. Petugas gabungan TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan Cianjur melakukan penanganan cepat membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir," katanya.
Dia menjelaskan banjir untuk kedua kalinya itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa, namun ketinggian air mencapai dua meter atau lebih tinggi dibandingkan banjir pertama beberapa hari yang lalu. Sejumlah bantuan sudah disalurkan guna kebutuhan warga selama mengungsi.
Pihaknya meminta warga terutama perempuan dan anak pada saat hujan kembali turun pada petang hingga malam untuk mengungsi ke sejumlah titik yang sudah disediakan pihak desa dan kecamatan atau ke rumah saudara yang dinilai aman.
Hingga Senin siang, petugas gabungan bersama warga masih berupaya membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir dan membersihkan lingkungan sekitar terutama saluran air dan sungai dari sampah yang terbawa air bah.
"Kami meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana, terlebih ketika hujan kembali turun pada petang dan malam hari," katanya.
Dia menambahkan, banjir juga melanda perkampungan warga di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, di mana sekitar sembilan kepala keluarga sempat mengungsi, namun selang satu jam tepatnya pada Senin dini hari air sudah kembali surut dan warga sudah kembali ke rumah.