PLAZNEWS — New York, VIVA Perkembangan teknologi pada sepeda motor kini tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga risiko baru yang sebelumnya jarang diperhatikan. Sejumlah motor modern dengan fitur konektivitas mulai teridentifikasi memiliki celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Isu ini mencuat setelah adanya laporan kerentanan sistem pada motor listrik yang sudah beredar di pasar global. Temuan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan teknologi yang kini semakin umum digunakan pada kendaraan roda dua.
Disadur VIVA Otomotif dari laman Rideapart, Selasa 5 Mei 2026, peneliti keamanan dari lembaga siber internasional menemukan potensi celah pada sistem kendaraan yang memungkinkan perangkat asing terhubung melalui Bluetooth. Kondisi ini membuka peluang bagi pihak lain untuk memaksa koneksi ke kendaraan tanpa izin pemilik.
Meski demikian, skenario tersebut tidak bisa terjadi begitu saja karena membutuhkan kondisi tertentu. Kendaraan harus berada dalam mode pairing, dan pelaku harus berada dalam jarak dekat dalam waktu tertentu untuk menjalankan aksinya.
hari. Risiko tidak hanya terbatas pada akses data, tetapi juga kemungkinan manipulasi perangkat lunak kendaraan.
Selain itu, kerentanan juga ditemukan pada sistem kunci elektronik berbasis frekuensi radio. Peneliti mengungkap bahwa sinyal dari perangkat kunci dapat ditangkap dan disalin oleh pihak lain.
Metode yang digunakan dikenal sebagai replay attack, yaitu memanfaatkan ulang sinyal asli untuk membuka akses kendaraan. Dengan cara ini, pelaku berpotensi mengoperasikan kendaraan tanpa harus memiliki kunci asli.
Kedua temuan ini menunjukkan bahwa fitur canggih seperti konektivitas dan sistem tanpa kunci memang memberikan kemudahan. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga membuka celah baru yang perlu diantisipasi.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kendaraan modern kini tidak hanya bergantung pada mekanis, tetapi juga sistem digital. Keamanan siber pun menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh produsen maupun pengguna.
Bagi pengguna, penting untuk selalu memperbarui perangkat lunak jika tersedia pembaruan resmi. Selain itu, menghindari penggunaan fitur konektivitas secara sembarangan juga bisa menjadi langkah pencegahan awal.