PLAZNEWS — VIVA Persaingan industri mobil listrik di China kini memasuki fase yang semakin panas. Produsen kendaraan listrik berlomba menurunkan harga demi merebut pasar terbesar di dunia, namun strategi agresif tersebut mulai menimbulkan dampak serius bagi banyak perusahaan otomotif.
Ilustrasi logo mobil BYD Photo : Chinaautoweb
Produsen mobil listrik terbesar asal China, BYD, tengah menghadapi tekanan besar di pasar domestik setelah laba perusahaan turun drastis pada kuartal pertama 2026. Meski masih menjual ratusan ribu kendaraan listrik, keuntungan perusahaan justru merosot lebih dari 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tajam tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan industri kendaraan listrik China kini semakin brutal. Perang harga yang terus berlangsung membuat banyak produsen harus memangkas margin keuntungan demi mempertahankan penjualan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, dikutip VIVA dari Carscoops Selasa, 5 Mei 2026,laba bersih BYD pada kuartal pertama 2026 turun sekitar 55,4 persen menjadi 4,09 miliar yuan atau sekitar 597 juta dolar AS jika di rupiahkan menjadi Rp10 triliun. Pendapatan perusahaan juga ikut melemah hampir 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
in hybrid secara global. Namun angka penjualan itu tetap lebih rendah dibanding performa mereka pada akhir 2025.
Salah satu penyebab utama melemahnya keuntungan BYD adalah perlambatan pasar kendaraan listrik di China.
Setelah pemerintah mulai mengurangi insentif pajak kendaraan listrik pada 2026, permintaan konsumen disebut ikut menurun. Banyak pembeli yang sebelumnya mempercepat pembelian mobil di akhir 2025 demi mendapatkan subsidi penuh.
Situasi tersebut membuat penjualan awal tahun 2026 menjadi jauh lebih lesu dibanding sebelumnya.
Di sisi lain, persaingan antar produsen EV China juga semakin agresif. Merek seperti Geely, Leapmotor, hingga Nio mulai menawarkan mobil listrik dengan harga sangat kompetitif untuk merebut pasar massal.
Untuk menghadapi tekanan perang harga, BYD kini mulai mengubah strategi bisnisnya.
Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan mobil listrik murah, tetapi mulai mendorong model premium dengan margin keuntungan lebih besar. Langkah tersebut terlihat lewat peluncuran beberapa model baru di Beijing Auto Show 2026.