PLAZNEWS — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026.
2026, 4,87% (yoy) dan lebih tinggi juga dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026. Dari penelusuran CNBC Indonesia, pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tertinggi sejak kuartal III-2022.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi ini terutama ditopang oleh konsumsi masyarakat.
"Seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif. Kontribusi terbesar konsumsi RT sebesar 54,36% dan tumbuh 5,52%," ujarnya.
Amalia menuturkan konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong momen hari besar keagamaan dan mobilitas masyarakat. Subkomponen rumah tangga didorong pertumbuhan restoran dan hotel yang tumbuh 7,38%, serta transportasi dan komunikasi tumbuh 6,91%.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I ini juga ditopang oleh PMTB. Komponen ini berkontribusi sebesar 28,29% atau tumbuh 5,96%.
"Total kontribusi keduanya adalah 82,65% terhadap total PDB," kata Amalia.
2026, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali tambang dan pengadaan listrik dan gas.
"Kontribusi besar industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan mencakup 53,2% dari PDB. Yang tumbuh tinggi penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14% karena MBG dan libur nasional," ujarnya.
Sementara itu, transportasi dan pergudangan sebesar 8,04% Amalia mengungkapkan jasa lainnya tumbuh 9,91% karena meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
2026 lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 1,03 basis poin. Selain itu, lapangan usaha perdagangan juga tumbuh 0,82 basis poin, pertanian 0,55 basis poin dan konstruksi 0,53 basis poin.