PLAZNEWS — on-year (yoy) pada kuartal I-2026, konsumsi Rumah Tangga masih menjadi kontributor utama dengan andil sebesar 2,94 persen.
"Kinerja Konsumsi Rumah Tangga kuartal I-2026 utamanya didorong oleh meningkatnya mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri," kata Amalia dalam telekonferensi, Selasa, 5 Mei 2026.
Ilustrasi belanja bulanan Photo : Istimewa
14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen.
Amalia merinci, pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel, yang tumbuh 7,38 persen. Hal itu menurutnya sejalan dengan meningkatnya kegiatan wisata selama periode liburan.
2028 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang tumbuh solid sebesar 5,96 persen.
"Didorong oleh investasi pemerintah, antara lain pembangunan terkait prioritas nasional dan investasi swasta," ujarnya.
14 (THR). Hal itu juga turut didukung oleh peningkatan belanja barang dan jasa, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perdagangan (13,28 persen), Pertanian (12,67 persen), Konstruksi (9,81 persen), dan Pertambangan (8,69 persen).
Sektor lain yang juga mencatat pertumbuhan tinggi misalnya seperti akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,14 persen, didorong oleh perluasan cakupan program MBG dan momen libur nasional.
"Kemudian sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen, seiring meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara. Lalu sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 8,04 persen, didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat," kata Amalia.
Kemudian, lanjut Amalia, sektor Industri Pengolahan tercatat tumbuh 5,04 persen (yoy), didorong oleh industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.