PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Indonesia terus menggenjot pengembangan biodiesel sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menekan emisi karbon. Upaya ini menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional yang ditujukan untuk mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber terbarukan.
Sejumlah sektor industri pun mulai didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda tersebut. Salah satu yang disorot adalah industri kelapa sawit, yang dinilai memiliki potensi dalam pengembangan energi terbarukan berbasis bioenergi, khususnya biodiesel.
Hal ini menjadi salah satu pokok pembahasan dalam forum diskusi energi yang digelar di Palembang pada 1617 April 2026. Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan lain untuk membahas arah transisi energi di Indonesia.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menilai kelapa sawit tidak hanya berperan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ia menekankan bahwa potensi sawit sebagai sumber energi terbarukan perlu terus dikembangkan secara terarah.
Zaid Burhan Ibrahim, menyoroti pentingnya aspek pendanaan dan tata kelola dalam pengembangan energi berbasis sawit.
Dukungan dalam pembiayaan dan penguatan tata kelola merupakan kunci bagi pengembangan energi terbarukan berbasis kelapa sawit. Program biodiesel dan pengembangan energi terbarukan memerlukan dukungan pembiayaan yang tepat sasaran serta tata kelola yang kuat agar dapat berkelanjutan, ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Selasa, 5 Mei 2026.
Oleh karena itu, sambung dia, kolaborasi antara pemerintah serta institusi pengelola dana dan para pelaku industri juga perlu terus diperkuat agar sektor tersebut dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional Indonesia.
Dalam forum tersebut, berbagai isu turut dibahas, mulai dari efisiensi energi, pengembangan energi baru terbarukan, hingga peran sektor industri dalam mendukung target penurunan emisi karbon nasional. Diskusi juga menyoroti tantangan implementasi transisi energi di lapangan, termasuk kesiapan teknologi dan ekosistem pendukungnya.
Selain diskusi, forum ini juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari dorongan untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi lintas sektor.