Bisnis 27 Apr 2026

Indonet Akan Hengkang dari BEI

Indonet Akan Hengkang dari BEI

PLAZNEWS — Perusahaan penyedia infrastruktur digital PT Indointernet Tbk (Indonet/EDGE) mengumumkan rencana melakukan penghapusan pencatatan saham secara sukarela (voluntary delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Indonet juga disebut tidak aktif diperdagangkan di BEI. Langkah strategis tersebut diambil guna meningkatkan kelincahan (agility) dan kecepatan eksekusi di tengah kompetisi sektor infrastruktur digital yang semakin ketat.

Integrasi yang lebih erat dengan Digital Edge Group diharapkan mempermudah pengambilan keputusan serta alokasi modal. Melalui langkah delisting, Indonet berupaya melakukan penyelarasan strategis yang lebih optimal guna mendukung rencana investasi jangka panjang di ekosistem digital Indonesia.

"Kami akan tetap fokus pada pengembangan jaringan berkapasitas tinggi dan infrastruktur data center. Kami juga menargetkan pertumbuhan dari kebutuhan hyperscale dan beban kerja berbasis kecerdasan buatan (AI)," ungkap Kepala Eksekutif Indonet, Donauly Situmorang, Senin, 27 April 2026.

Selain itu, Indonet juga mengumumkan perubahan kepemimpinan dengan menunjuk Donauly Situmorang sebagai kepala eksekutif (chief executive officer/CEO) baru. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala keuangan (chief financial officer/CFO) sejak 2021.

Sementara itu, CEO sebelumnya, Andrew Rigoli, kini beralih ke dewan komisaris dan tetap memberikan arahan strategis bagi perusahaan.

Manajemen menyampaikan apresiasi atas kontribusi Andrew selama memimpin Indonet, sementara jajaran direksi lainnya tetap melanjutkan perannya guna menjaga kesinambungan operasional.

"2025 menjadi tahun yang kuat bagi Indonet, di mana kami berhasil menerjemahkan pertumbuhan kebutuhan digital menjadi kinerja yang nyata di bisnis jaringan dan data center. Pencapaian ini mencerminkan kekuatan platform kami serta kepercayaan pelanggan terhadap Indonet sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang," kata Donauly, Senin, 27 April 2026.

Sebelumnya, Indonet membukukan kinerja yang solid sepanjang 2025 dengan pendapatan bersih mencapai Rp842,1 miliar, didorong oleh permintaan yang terus meningkat terhadap infrastruktur digital berkualitas tinggi.

Indonet juga mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen pada bisnis jaringan dan peningkatan sebesar 48 persen pada segmen data center, mencerminkan momentum kuat dari permintaan enterprise, hyperscaler, dan kebutuhan berbasis cloud.

Rekomendasi Terkait