Bisnis 28 Apr 2026

Petani Sawit Harus Mulai Masuk ke Level Industri

Petani Sawit Harus Mulai Masuk ke Level Industri

PLAZNEWS — Peran petani kelapa sawit masih perlu ditingkatkan secara lebih sistematis.

Petani kelapa sawit Indonesia memegang peran yang sangat signifikan dan strategis dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional. Hal ini tercermin dari besarnya kontribusi mereka dalam pengelolaan lahan, yang mencapai lebih dari 40 persen dari total luas perkebunan sawit nasional sebesar sekitar 16,8 juta hektare. Dengan porsi yang begitu besar, petani tidak hanya menjadi aktor pelengkap, tetapi justru menjadi fondasi utama dalam rantai pasok industri sawit Indonesia. Baca Juga Begini Kesaksian Penumpang KRL yang Diseruduk Kereta di Bekasi Timur Wapres Dorong BGN Perketat Keamanan Pangan dan Percepat Jangkauan MBG ke 3T Kemenpora Targetkan 300 Pelatih Olahraga Disabilitas Bersertifikat Namun demikian, peran petani kelapa sawit masih perlu ditingkatkan secara lebih sistematis dan terarah. Selama ini, sebagian besar petani masih berada pada posisi sebagai pekebun tradisional dengan keterbatasan akses terhadap teknologi, pembiayaan, serta pengolahan hilir. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret untuk mendorong dan memfasilitasi transformasi petani agar mampu naik kelas, tidak hanya sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem industri yang memiliki nilai tambah. Dengan luas kebun petani yang diperkirakan mencapai sekitar 7 juta hektare, proses industrialisasi petani kelapa sawit akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap penguatan daya saing produk minyak sawit Indonesia di pasar global. Peningkatan kapasitas petani dalam aspek produktivitas, kualitas, hingga pengolahan akan menjadi kunci dalam menghadapi persaingan internasional sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit dalam jangka panjang. Petani Sawit harus dibawa ke era industrialisasi, sehingga bisa membangun usaha dari hulu sampai hilir. Dengan demikian, ketergantungan petani sawit kepada pihak-pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Petani kelapa sawit Indonesia memegang peran yang sangat signifikan dan strategis dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Hal ini tercermin dari besarnya kontribusi mereka dalam pengelolaan lahan, yang mencapai lebih dari 40 persen dari total luas perkebunan sawit nasional sebesar sekitar 16,8 juta hektare. Dengan porsi yang begitu besar, petani tidak hanya menjadi aktor pelengkap, tetapi justru menjadi fondasi utama dalam rantai pasok industri sawit Indonesia.

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Namun demikian, peran petani kelapa sawit masih perlu ditingkatkan secara lebih sistematis dan terarah. Selama ini, sebagian besar petani masih berada pada posisi sebagai pekebun tradisional dengan keterbatasan akses terhadap teknologi, pembiayaan, serta pengolahan hilir.

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret untuk mendorong dan memfasilitasi transformasi petani agar mampu naik kelas, tidak hanya sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem industri yang memiliki nilai tambah.

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Dengan luas kebun petani yang diperkirakan mencapai sekitar 7 juta hektare, proses industrialisasi petani kelapa sawit akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap penguatan daya saing produk minyak sawit Indonesia di pasar global.

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Peningkatan kapasitas petani dalam aspek produktivitas, kualitas, hingga pengolahan akan menjadi kunci dalam menghadapi persaingan internasional sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit dalam jangka panjang.

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026). Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

pihak lain semakin berkurang, posisi tawar bisa lebih baik, dan mempunyai peluang laba jauh lebih besar, kata Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia), Kacuk Sumarto, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma Jakarta, Senin (27 April 2026).

Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah. Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Pada FDT bertema Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah untuk Membawa Petani ke Era Industri tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi turut hadir sebagai pembicara. Di antaranya Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto, yang mewakili Dirjen Perkebunan Ali Jamil, serta Suprapto selaku Kepala Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I pada Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, yang mewakili Ade Tri Ajikusumah.

Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI). Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Selain itu, hadir pula Farid Hidayat, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, yang mewakili Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta. Dari sektor pembiayaan, Direktur Penghimpunan Dana BPDP Ahmad Munir hadir mewakili Dirut BPDP Eddy Abdurrachman. Forum ini juga dihadiri Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara serta sejumlah pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI).

Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara

Rekomendasi Terkait