Otomotif 06 May 2026

Kendaraan Listrik Tumbuh Pesat, Kemnaker Tak Tinggal Diam

Kendaraan Listrik Tumbuh Pesat, Kemnaker Tak Tinggal Diam

PLAZNEWS — Bekasi, VIVAPasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti kebutuhan industri baru tersebut.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan,Afriansyah Noor, menegaskan bahwa lonjakan pasar kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada industri otomotif, tetapi juga pada struktur ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, perubahan ini harus direspons dengan strategi yang terukur agar Indonesia tidak tertinggal.

Ia menjelaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau kini sudah menjadi arah global yang tidak bisa dihindari. Dalam konteks tersebut, sektor kendaraan listrik dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan lapangan kerja masa depan.

Transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan yang harus kita siapkan bersama, ujarnya. Ia menilai kesiapan tenaga kerja akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan industri ke depan.

Data penjualan kendaraan listrik di Indonesia memperlihatkan tren peningkatan yang sangat tajam. Dari sekitar 10 ribu unit pada 2022, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 100 ribu unit pada 2025.

Menurut Afriansyah, pertumbuhan ini secara langsung meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian baru. Geliat pasar yang sangat cepat dalam periode tiga tahun terakhir ini berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang otomotif listrik, digitalisasi, serta keterampilan industri hijau, tuturnya.

Sebagai bagian dari visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinanPrabowo Subianto, Kementerian Ketenagakerjaan mulai memperkuat program pengembangan SDM. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan industri otomotif. Kemitraan ini dinilai penting untuk memastikan pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Afriansyah juga mengapresiasi kontribusi industri dalam mendukung pendidikan vokasi, termasuk dari PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. Hibah kendaraan untuk pengembangan pelatihan vokasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas SDM, katanya.

Menurutnya, kerja sama seperti ini perlu diperluas agar semakin banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Hal tersebut sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor otomotif berbasis listrik.

Rekomendasi Terkait