PLAZNEWS — Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memprioritaskan perbaikan tiga ruang kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, melalui skema pendanaan belanja tidak terduga (BTT).
Bupati Majalengka Eman Suherman dalam keterangannya di Majalengka, Sabtu, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi ruang kelas tersebut untuk memastikan penanganan darurat segera dilakukan setelah kejadian ambruknya atap pada Jumat (1/5).
Ia menegaskan, percepatan perbaikan menjadi fokus utama agar kegiatan belajar mengajar, tidak terganggu dalam waktu lama dan dipastikan pula tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Eman telah menginstruksikan dinas terkait agar perbaikan dilakukan secepatnya, menggunakan dana BTT tanpa menunggu perubahan anggaran.
Saya minta perbaikan dilakukan cepat, dengan standar yang baik dan ada jaminan kualitas. Pengawasan harus lebih ketat, ujarnya.
Dari hasil peninjauan, kata dia, ambruknya atap di sekolah tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam durasi cukup lama.
Namun, pemerintah daerah juga menemukan adanya persoalan teknis pada konstruksi bangunan yang memperparah kerusakan.
Ia menyebutkan salah satunya penggunaan baja ringan dengan ketebalan sekitar 0,75 mm, yang dinilai tidak sesuai standar kekuatan.
kuda atap diketahui melebihi 1 meter, padahal jarak ideal maksimal 80 cm.
Ia menegaskan langkah evaluasi harus dilakukan, karena bangunan sekolah itu tergolong baru, yakni dibangun pada 2021.
Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kualitas pembangunan, terutama untuk fasilitas pendidikan, tidak boleh diabaikan, ujarnya.
Eman menambahkan, telah disiapkan skema sementara dengan memanfaatkan ruang perpustakaan dan mushala sekolah untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran.
Kami menargetkan kegiatan belajar mengajar sudah kembali berjalan pada awal pekan depan, ucap dia.