PLAZNEWS — tanda mereda. Setelah dua hari sebelumnya mencatatkan outflow jumbolebih dari Rp2 triliun,pada perdagangan kemarin tekanan menyusut menjadi Rp1,19 triliun.
Pelemahan intensitas jual ini memberi sinyal awal bahwa tekanan asing mulai berkurang, meski arah arus dana globalyang keluar dari pasar domestik masih cenderung besar.
28 April, aksi jual merata di berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, hingga properti. Bahkan pada 28 April, tekanan jual mencapai puncaknya dengan sejumlah saham siklikal dan properti ikut terkena aksi lepas besar.
Pada perdagangan kemarin, sektor perbankan menjadi fokus utama. Berdasarkan data perdagangan, total nilai transaksi mencapai Rp14,62 triliun, dengan rincian beli Rp6,71 triliun dan jual Rp7,9 triliun. Saham bank jumbo menyumbang lebih dari 2/3net sell asing.
Adapun berikut10 saham dengannet foreign sellterbesar pada perdagangan kemarin:
Konsistensi aksi jual saham bank jumbomenunjukkan bahwa investor asing masih melakukanpengurangan risiko dari aset paling likuid di pasar domestik seiring dengan ketidakpastian kondisi ekonomi secara global.
Dalam konteks aliran dana global, sektor perbankan kerap menjadi indikator utama arah dana asing. Ketika saham bank masih dijual, artinya investor global belum sepenuhnya kembali meningkatkan eksposur ke pasardomestik.
Meski demikian, nilai jual yang mulai menurun mengindikasikan tekanan di sektor ini mulai kehilangan momentum. Apabila net sell asing terus menyusut bisa menjadi indikasi awal peluang pemulihanIHSG.
Sementara itu, pada perdagangan kemarin IHSGditutup naik 28,84 poin atau 0,41% ke level 7.101,23. IHSGmematahkan tren koreksi yang terjadi pada tujuh hari perdagangan sebelumnya.
Sebagai informasi,dibandingkan dengan level tertinggipada 14 April 2026, IHSG sudahmengalami koreksi 7,49%.
Sejumlah saham yang menjadi penggerak utama pada perdagangan kemarin adalahTLKM, IMPC, APIC, GOTO dan SMMA. Saham yang membebani dan menjadi pemberat IHSG untuk melaju lebih kencang adalah TPIA, DSSA, MORA dan BRPT.