Otomotif 04 May 2026

Bocoran Harga Vespa Edisi 80 Tahun di Indonesia

Bocoran Harga Vespa Edisi 80 Tahun di Indonesia

PLAZNEWS — Jakarta, VIVAVespa baru saja merayakan perjalanan panjangnya dengan menghadirkan edisi khusus 80 tahun yang membawa sentuhan visual berbeda dari model reguler. Kehadiran model ini tidak hanya menonjolkan desain, tetapi juga menjadi simbol perjalanan merek asal Italia tersebut sejak pertama kali hadir pada 1946.

Seiring dengan itu, data Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB untuk model Vespa dengan kode Livrea 80 mulai muncul dalam dokumen resmi di Indonesia. Informasi ini memberi gambaran awal mengenai positioning produk baru tersebut, meski belum ada konfirmasi bahwa kode tersebut merujuk langsung pada edisi 80 tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun VIVA Otomotif, Senin 4 Mei 2026, kode Livrea 80 tercatat hadir dalam dua model, yakni Vespa GTS dan Vespa Sprint. Keduanya merupakan lini yang sudah dikenal di pasar, namun berpotensi mendapatkan sentuhan visual atau varian baru. Pada tahun sebelumnya, kode tersebut sama sekali tidak muncul di dokumen resmi.

Model pertama adalah Vespa GTS dengan NJKB sebesar Rp67,2 juta. Angka ini tidak terpaut jauh dari harga Vespa GTS 150 Classic yang saat ini dipasarkan sekitar Rp75 juta on the road Jakarta.

Jika dihitung kasar, selisih antara NJKB dan harga on the road GTS 150 berada di kisaran Rp78 jutaan. Dengan pola tersebut, model berbasis data ini berpotensi memiliki harga di rentang Rp74 juta hingga Rp82 jutaan, tergantung strategi yang diambil.

Sementara itu, Vespa Sprint dengan kode serupa memiliki NJKB sebesar Rp45,3 juta. Nilai ini juga masih berada di bawah harga Vespa Sprint 150 reguler yang saat ini dijual sekitar Rp58,5 juta on the road Jakarta.

Selisih antara NJKB dan harga jual Sprint 150 berada di kisaran Rp1213 jutaan. Dengan pendekatan yang sama, model ini diperkirakan bisa berada di kisaran Rp57 juta hingga Rp63 jutaan saat resmi dipasarkan.

Perlu dicatat, NJKB bukanlah harga jual resmi yang dibayarkan konsumen. Angka tersebut masih akan ditambah pajak daerah, biaya administrasi, serta margin distribusi hingga menjadi harga final di dealer.

Meski demikian, pola selisih antara NJKB dan harga on the road pada model reguler dapat menjadi acuan awal untuk membaca positioning produk baru. Terlebih jika model tersebut merupakan varian khusus atau membawa diferensiasi tertentu.

Rekomendasi Terkait