PLAZNEWS — Industri kendaraan listrikdi China mulai menghadapi tekanan di pasar domestik. Sejumlah pabrikan besar sepertiGeely,BYD, danCherykompak melaporkan penurunan laba pada kuartal pertama 2026, seiring melemahnya permintaan di dalam negeri.
Dilansir VIVA dari SCMP, Senin 4 Mei 2026, Geely, produsen mobil terbesar kedua di China setelahBYD, mencatat penurunan laba bersih sebesar 27 persen secara tahunan menjadi 4,17 miliar yuan pada periode JanuariMaret 2026. Penurunan ini terjadi meski pendapatan perusahaan justru naik 15 persen menjadi 83,8 miliar yuan, yang merupakan rekor tertinggi untuk kuartal pertama.
ManajemenGeelymenyebut pelemahan pasar domestik sebagai faktor utama. Setelah insentif pajak pembelian kendaraan dikurangi, permintaan belum sepenuhnya pulih. Sebelumnya, konsumen di China menikmati pembebasan pajak pembelian kendaraan sebesar 10 persen. Kini, pajak tersebut mulai diberlakukan kembali sebesar 5 persen, dan direncanakan kembali ke level penuh pada 2028.
Selain itu,Geelyjuga mengungkapkan bahwa kerugian nilai tukar turut memengaruhi kinerja laba. Dari sisi penjualan, volume kendaraan perusahaan hanya tumbuh tipis sekitar 1 persen menjadi 700.940 unit pada kuartal pertama.
Kondisi serupa juga dialamiBYD. Produsen kendaraan listrik terbesar di China itu melaporkan penurunan laba hingga 55 persen menjadi 4,09 miliar yuan, seiring pendapatan yang turun 11,8 persen. Sementara itu,Cherymencatat penurunan laba bersih sekitar 10 persen, dengan pendapatan yang juga terkoreksi 3,4 persen.
Data industri dari asosiasi otomotif China menunjukkan bahwa penjualan mobil domestik pada kuartal pertama 2026 turun sekitar 20 persen menjadi 4,82 juta unit. Penjualan kendaraan listrik bahkan mengalami penurunan lebih dalam, yakni 23,8 persen menjadi sekitar 2 juta unit.
Penurunan ini terjadi setelah lonjakan pembelian pada akhir 2025, ketika konsumen memanfaatkan insentif yang masih berlaku. Ketika kebijakan tersebut mulai dikurangi, permintaan pun ikut melemah.
Di tengah tekanan pasar domestik, pabrikan mulai mengandalkan ekspor sebagai penopang pertumbuhan. Proyeksi dariMorgan Stanleymenyebutkan bahwa ekspor mobil China berpotensi tumbuh hingga 88 persen pada 2026, seiring upaya produsen mengalihkan fokus ke pasar luar negeri yang dinilai lebih menguntungkan.
Geelymenargetkan ekspor hingga 750.000 unit tahun ini, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. SementaraBYDmembidik penjualan luar negeri mencapai 1,5 juta unit. Produsen lain sepertiLeapmotorjuga memperluas ekspansi global dengan dukungan dariStellantis.