Jawa Barat 29 Apr 2026

KAI Bandung: 227 perlintasan tanpa penjaga

KAI Bandung: 227 perlintasan tanpa penjaga

PLAZNEWS — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengungkapkan sebanyak 227 perlintasan sebidang di wilayahnya tidak dijaga, yang menjadi titik rawan kecelakaan pengguna jalan akibat rendahnya kedisiplinan.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyebutkan dari total 342 titik perlintasan sebidang di wilayah kerja Daop 2, hanya 115 titik yang memiliki palang pintu resmi dan dijaga oleh petugas bersertifikat. Kondisi ini menuntut kewaspadaan penuh dari masyarakat saat melintas.

"Perlintasan sebidang merupakan titik temu antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada kereta api yang melintas," ujar Kuswardojo dalam keterangan di Bandung, Rabu.

Data KAI mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi 11 kecelakaan kendaraan roda dua dan tiga kecelakaan roda empat di perlintasan. Tren ini berlanjut pada Triwulan I 2026 dengan tiga kejadian melibatkan kendaraan roda dua di perlintasan sebidang.

rambu. Berdasarkan aturan perundangan, perjalanan kereta api wajib didahulukan saat sirine telah berbunyi atau palang mulai menutup.

"Jangan menerobos palang pintu. Sesuai undang-undang saat terdengar bunyi sirine dan/atau palang pintu perlintasan yang bergerak menutup, maka semua pengendara wajib berhenti," tuturnya.

Selain kerawanan di perlintasan, KAI juga menyoroti tingginya angka masyarakat yang tertabrak di jalur rel, yakni sebanyak 51 kejadian pada 2025 dan 14 kejadian hingga Maret 2026. Ia mengingatkan bahwa jalur rel bukanlah tempat beraktivitas warga karena sangat berisiko fatal.

"Jalur rel bukan tempat untuk beraktivitas selain operasional kereta api. Kami masih menemukan masyarakat yang berjalan, berhenti, bahkan menempatkan kendaraan di dekat area jalur rel. Hal tersebut sangat berbahaya," kata Kuswardojo.

Guna menekan angka kecelakaan, Daop 2 secara masif merangkul komunitas pecinta kereta api untuk melakukan edukasi langsung ke sekolah dan pemukiman di sepanjang jalur rel.

"Kami berharap melalui berbagai kegiatan edukasi ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tertib berlalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," tuturnya.

Rekomendasi Terkait