PLAZNEWS — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah menetapkan enam desa wisata di daerah tersebut sebagai destinasi unggulan yang diprioritaskan pengembangannya pada 2026.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon Dadan Subandi di Cirebon, Jumat mengatakan, penetapan tersebut didasarkan pada hasil pemetaan dan evaluasi terhadap 90 desa wisata yang telah terdaftar.
Dari jumlah tersebut, kata dia, sekitar 20 desa dinilai memiliki potensi kuat, namun hanya enam desa yang memenuhi standar unggulan sesuai kriteria nasional.
Penilaian mengacu pada indikator dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui program Anugerah Desa Wisata Indonesia, terutama terkait kesiapan dan kualitas pengelolaan destinasi, ujarnya.
Menurut dia, aspek yang dinilai meliputi penerapan prinsip kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan sebagai syarat utama menarik wisatawan.
Ia menyebutkan, enam desa wisata yang masuk kategori unggulan tersebut adalah Desa Gegesik Kulon, Cikalahang, Belawa, Mundupesisir, Talun, dan Pengarengan.
Desa Gegesik Kulon, kata dia, menjadi salah satu yang menonjol karena kekuatan pada sektor seni budaya seperti tari topeng, sintren, hingga pertunjukan wayang kulit.
Dadan menuturkan untuk Desa Cikalahang dikenal dengan wisata alam berbasis keluarga yang dilengkapi fasilitas pemancingan, gazebo, dan kuliner lokal.
kura dengan pengelolaan yang mengedepankan perlindungan satwa.
Ia menyampaikan pula untuk Desa Mundupesisir dan Pengarengan mengembangkan ekowisata mangrove sebagai daya tarik utama, sementara Talun mengandalkan kekuatan pada sektor kuliner.
Setiap desa ini memiliki daya tarik dan keunikan yang bisa menjadi magnet untuk mendatangkan kunjungan wisatawan, katanya.
desa tersebut untuk mengikuti ajang nasional yang diselenggarakan Kemenpar.
Untuk dapat mengikuti ajang tersebut, desa wisata harus melalui tahapan seleksi dan evaluasi oleh Kemenpar, termasuk penilaian kesiapan destinasi, ucap dia.